Dalam sejarah fiksi, kita seringkali mendapatkan nasihat penulisan yang populer dengan istilah “Show, Don’t Tell. Tunjukkan, Jangan ceritakan.
Dalam kursus penulisan ini, kita akan membahasnya secara bertahap untuk memahaminya.
Apa itu Show, Don’t Tell?
Show, Don’t Tell adalah pendekatan penulisan di mana cerita dan karakter disampaikan melalui tindakan, pikiran, kata-kata, dan detail sensorik — alih-alih eksposisi faktual yang dingin. Asal-usul yang sebenarnya masih diperdebatkan (beberapa poin dari buku Percy Lubbock tahun 1921, The Craft of Fiction), dan sebagian orang mengaitkannya dengan penulis Rusia Anton Chekhov.
Chekov menulis: Don’t tell me the moon is shining. Show me the flash of light on the broken glass. Jangan bilang bulan bersinar. Tunjukkan padaku kilatan cahaya pada pecahan kaca. Dalam kalimat itu Chekhov mengilustrasikan adegan malam hari dengan memberi pembaca detail sensorik dan petunjuk konteks daripada pernyataan datar.
Mengapa begitu populer?
Show, Don’t Tell dimaksudkan untuk memfasilitasi pengalaman membaca secara mendalam. Pembaca diajak, bukan sekadar mendengarkan sebuah cerita, atau alih-alih meminta pembaca untuk memproses sebuah cerita pada tingkat intelektual murni, aturan penulisan ini bermaksud untuk menarik pembaca ke dalam narasi, memungkinkan mereka untuk mengalaminya secara langsung.
Mendongeng harus menjadi pengalaman indrawi. Untuk bergerak maju, Anda mungkin hanya perlu pembaca mengetahui bahwa pasar sedang sibuk, tetapi pembaca menginginkan lebih. Bagaimana rasanya berada di sana? Suara, bau, bagaimana rasanya didesak oleh orang banyak.
Banyak pembaca juga menikmati pekerjaan seorang detektif menit demi menit yang terjadi ketika mereka diminta untuk menafsirkan mengapa narator, misalnya, memilih untuk menggambarkan butiran keringat yang mengalir di dahi hakim Pengadilan Tinggi. Apakah dia hanya gerah karena panas- atau dia sedang gugup? Dengan menggunakan aturan Show, Don’t Tell, penulis dapat mendorong pembacanya untuk terlibat dengan cerita sebagai peserta aktif.
Kesimpulannya, Show, Don’t Tell hanyalah cara untuk mendorong penulis untuk tidak terlalu bersandar pada eksposisi, namun untuk mengaktifkan indra pembaca dan menceritakan kisah mereka dengan cara yang lebih halus dan menarik secara emosional.
Latihan Menulis
Setelah memahami makna, atau maksud dari aturan itu, mari kita berlatih membuat kalimat seperti pengertian di atas. Misalnya, buatlah satu paragraf tentang sebuah pasar.


