BUKAN SASTRA INFERIOR

Arif Budiman (Soe Hok Djin) dan Aril Heryanto, di tahun 1984 – dalam Sarasehan Kesenian di Solo yang diinisiasi Halim H.D menawarkan konsep apa yang disebut “Sastra Kontekstual”. Gagasannya adalah melawan apa yang disebut ‘keuniversalan’ seperti diyakini dalam Manifesto Kebudayaan (Manikebu). Tak ada yang ukuran yang sama atau universal dalam hal apa pun. Semua terikat […]

CONTINUE READING ➞

MORAL FIKSI DAN JALAN TENGAH

Seni itu memberikan pengajaran, tulis John Gadner dalam On Moral Fiction (1978). Seni, sebagai lawan dari kekacauan, menemukan apa yang bisa dikatakannya. Itulah moralitas seni. Gadner, tentu saja dalam harapan dan visi yang menempatkan fiksi dalam sastra sebagai bagian dari agen perubahan. Meletakkan etika, benar dan salah sebagai prinsip. Untuk itu, dia menegaskan bahwa seni […]

CONTINUE READING ➞

KALIMAT PENDEK DAN PANJANG DALAM SASTRA

Dalam sebuah pengantar The Art of Short Story yang tidak diterbitkan di tahun 1959, namun diterbitkan kemudian secara anumerta, Ernest Hemingway menulis: “Jika seorang penulis prosa cukup tahu tentang apa yang dia tulis, dia mungkin menghilangkan hal-hal yang dia ketahui dan pembaca, jika penulis menulis dengan cukup benar, akan memiliki perasaan tentang hal-hal itu seolah-olah […]

CONTINUE READING ➞

TRADISI KARTU UCAPAN

Esther A. Howland adalah Mother of the Valentine. Setidaknya demikian masyarakat Paman Sam menyebutnya. Sejak tahun 1840, Esther sudah mulai membuat kartu ucapan kasih sayang di Amerka Serikat. Kartu ucapan itu setiap tahun terjual lebih dari seratus juta di seluruh Amerika. Mereka, para pengirim itu, seperti yang bisa kita bayangkan, adalah para insan yang dipenuhi […]

CONTINUE READING ➞

TENTANG KEMANDIRIAN DAN KRITIK

Ralph Waldo Emerson, sastrawan transendental (romantis) Amerika, menulis esai berjudul Self-Reliance di tahun 1841. Pikiran dalam Self-Reliance, atau kurang lebih berarti ‘kemandirian’ itu membuat saya merenung. Setidaknya bila melihat perkembangan sastra modern Indonesia di tahun 1940-an hingga era pascamodern kini (abad 21). Terutama, bila menyadari bahwa sastra Indonesia, baik dari gagasan filosofis dan bentuk estetikanya, […]

CONTINUE READING ➞

TEKNIK FRAKSIONASI DALAM FIKSI

Teknik Fraksionasi Dalam Fiksi Oleh Ranang Aji SP Dalam sastra Indonesia, mulai berkembang apa yang saya sebut sebagai teknik fraksionasi dalam fiksi. Apa itu teknik fraksionasi dalam fiksi? Teknik ini saya ciptakan dan perkenalkan sendiri, dan telah saya praktikkan dalam sejumlah cerpen yang saya tulis dan publikasikan di berbagai media di Indonesia, seperti Kompas dan […]

CONTINUE READING ➞

KRITISME W.S RENDRA SEBAGAI MODE

Saya mungkin tak terlalu beruntung untuk bisa bertemu Rendra, kecuali hanya dua kali yang tak cukup untuk bercakap panjang. Ketika kemudian saya menginap di Bengkel Teater di tahun 2010 selama seminggu, Rendra sudah tiada. Tapi saya masih cukup beruntung bisa membaca buku-bukunya dan berteman dekat dengan beberapa muridnya untuk mendiskusikan pelbagai pikiran W.S Rendra. Ketika […]

CONTINUE READING ➞

APA ITU CERITA PENDEK?

Cerita pendek adalah karya fiksi yang biasanya lebih pendek dari novel dan berfokus pada satu kejadian, karakter, atau tema. Tidak seperti novel, yang sering kali membahas berbagai alur cerita dan karakter, cerita pendek bertujuan untuk menyampaikan narasi yang terfokus dan berdampak dalam jumlah kata yang terbatas, biasanya antara 1.000 hingga 7.500 kata. Edgar Allan Poe […]

CONTINUE READING ➞
Close My Cart
Close Wishlist
Close

Close
Navigation
Categories