Month: December 2024

MENYATUKAN FAUST DENGAN ARJUNA

“Haluan yang sempurna ialah menyatukan Faust dengan Arjuna. Memadukan materialisme, intelektualisme, dan individualisme dengan spiritualisme, perasaan, dan koletivisme”. -Sanusi Pane, Persatuan Indonesia, 1935-   Hal pertama yang mesti saya tekankan dalam esai ini adalah pandangan Sanusi Pane yang berbeda dengan Sutan Takdir Alisyabana dalam polemik kebudayaan di tahun 1935. Sutan…
Read More

POTRET “RUMAH KUDUS”

Cerpen “Rumah Kudus” cerpen pilihan Kompas tahun 2022 adalah sebuah fiksi yang menurut Saut Situmorang setahun lalu (2021), adalah cerpen yang gagal sebagai fiksi. Cerpen ini menurutnya hanya semacam laporan jurnalistik. Dan pilihan Kompas atas cerpen ini menunjukkan sepenuhnya adalah subyektif kurator pun sebagai lembaga. Atas sebab itu sebagian orang…
Read More

BUKAN SASTRA INFERIOR

Arif Budiman (Soe Hok Djin) dan Aril Heryanto, di tahun 1984 – dalam Sarasehan Kesenian di Solo yang diinisiasi Halim H.D menawarkan konsep apa yang disebut “Sastra Kontekstual”. Gagasannya adalah melawan apa yang disebut ‘keuniversalan’ seperti diyakini dalam Manifesto Kebudayaan (Manikebu). Tak ada yang ukuran yang sama atau universal dalam…
Read More

MORAL FIKSI DAN JALAN TENGAH

Seni itu memberikan pengajaran, tulis John Gadner dalam On Moral Fiction (1978). Seni, sebagai lawan dari kekacauan, menemukan apa yang bisa dikatakannya. Itulah moralitas seni. Gadner, tentu saja dalam harapan dan visi yang menempatkan fiksi dalam sastra sebagai bagian dari agen perubahan. Meletakkan etika, benar dan salah sebagai prinsip. Untuk…
Read More

MEMBACA PENILAIN BAIK BURUK FIKSI SASTRA

Dalam seni menulis atau sastra, banyak orang bertanya tentang ukuran baik buruknya sebuah karya fiksi sastra. Mengapa karya yang itu lolos, dan yang lain tak juara?. Ukuran ini kemudian digunakan, misalnya seorang redaktur mengurasi karya yang hendak diterbitkan di medianya, atau seorang juri menentukan karya yang dinilai terbaik dalam sebuah…
Read More

PERBEDAAN REALISME DAN NATURALISME DALAM SASTRA

Ketika orang menulis, atau tengah membaca karya fiksi, mungkin saja mereka menyebut karya itu sebagai bentuk tertentu sebagai aliran. Di dalam seni atau sastra, kita sudah terbiasa mendengar jenis aliran (isme) dalam banyak gerakannya. Gerakan yang pada satu sisi adalah mewakili tujuan pikiran gerakan, dan di sisi lain mewakili bentuk…
Read More

KALIMAT PENDEK DAN PANJANG DALAM SASTRA

Dalam sebuah pengantar The Art of Short Story yang tidak diterbitkan di tahun 1959, namun diterbitkan kemudian secara anumerta, Ernest Hemingway menulis: “Jika seorang penulis prosa cukup tahu tentang apa yang dia tulis, dia mungkin menghilangkan hal-hal yang dia ketahui dan pembaca, jika penulis menulis dengan cukup benar, akan memiliki…
Read More

TRADISI KARTU UCAPAN

Esther A. Howland adalah Mother of the Valentine. Setidaknya demikian masyarakat Paman Sam menyebutnya. Sejak tahun 1840, Esther sudah mulai membuat kartu ucapan kasih sayang di Amerka Serikat. Kartu ucapan itu setiap tahun terjual lebih dari seratus juta di seluruh Amerika. Mereka, para pengirim itu, seperti yang bisa kita bayangkan,…
Read More

TENTANG KEMANDIRIAN DAN KRITIK

Ralph Waldo Emerson, sastrawan transendental (romantis) Amerika, menulis esai berjudul Self-Reliance di tahun 1841. Pikiran dalam Self-Reliance, atau kurang lebih berarti ‘kemandirian’ itu membuat saya merenung. Setidaknya bila melihat perkembangan sastra modern Indonesia di tahun 1940-an hingga era pascamodern kini (abad 21). Terutama, bila menyadari bahwa sastra Indonesia, baik dari…
Read More

TEKNIK FRAKSIONASI DALAM FIKSI

Teknik Fraksionasi Dalam Fiksi Oleh Ranang Aji SP Dalam sastra Indonesia, mulai berkembang apa yang saya sebut sebagai teknik fraksionasi dalam fiksi. Apa itu teknik fraksionasi dalam fiksi? Teknik ini saya ciptakan dan perkenalkan sendiri, dan telah saya praktikkan dalam sejumlah cerpen yang saya tulis dan publikasikan di berbagai media…
Read More
(Sat - Thursday)
(10am - 05 pm)
Shopping Cart (0 items)