SEMBILAN DASAR PENDEKATAN KRITIK SASTRA

Pendekatan Kritis terhadap Sastra Di bawah ini adalah sembilan pendekatan kritis yang umum terhadap literatur. Kutipan-kutipan diambil dari buku Sastra karya X.J. Kennedy dan Dana Gioia: Sebuah Pengantar Fiksi, Puisi, dan Drama, Edisi Keenam (New York: HarperCollins, 1995), halaman 1790-1818. Pendekatan Kritik Formalis: Pendekatan ini menganggap sastra sebagai “bentuk unik dari pengetahuan manusia yang perlu […]

CONTINUE READING ➞

CHAIRIL ANWAR DALAM GERAKAN MODERNISME

I “Selama Negara-negara terus menyerap dan didominasi oleh puisi-puisi Dunia Lama, dan tetap tidak disuplai dengan lagu-lagu asli … begitu lama mereka akan berhenti dari Kebangsaan kelas satu dan tetap rusak.” (Walt Whitman, A Backward Glance O’er Travel’d Roads, 1888) II Menciptakan ritme baru—sebagai ekspresi suasana hati baru—dan bukan meniru ritme lama, yang sekadar menggemakan […]

CONTINUE READING ➞

ANALISIS DUA CERPEN PANJI SUKMA

I   Manhattan Corner Bar Lindsay Janet dan Harry Keith adalah dua karakter dalam cerpen Panji Sukma berjudul Manhattan Corner Bar. Mereka adalah sepasang suami istri yang pisah ranjang dan memutuskan bertemu di Manhattan Corner Bar. Sebuah ruang publik untuk minum-minum berlatar kota Manhattan Amerika. Lindsay memutuskan mengundang Harry untuk menemuinya demi keinginannya untuk bercerai. […]

CONTINUE READING ➞

ANALISIS DUA CERPEN AVEUSHAR

CERPEN AVEUSHAR I “Lakuan Bercinta Eksperimental Adam di Mata Hawa” “Lakuan Bercinta Eksperimental Adam di Mata Hawa”-cerpen karya AveusHar setidaknya menawarkan kritik dalam dua perspektif sosial secara universal, dalam arti problem masyarakat global kontemporer. Pertama kecenderungan masyarakat modern yang kian tak terkontrol mencari bentuk kesenangan akibat hidup dan tumbuh dalam semangat materialisme berlebihan, dan dikuasai […]

CONTINUE READING ➞

POLITIK DAN SASTRA REPRESENTATIF

Di tahun 1628 dan 1829, Sultang Agung mengirim pasukan untuk merebut Batavia dari VOC saat Gubenur Jendral J.P. Coen berkuasa. Serangan pertama gagal dengan menyakitkan, dan serangan kedua tetap gagal, meskipun membawa kemajuan, setidaknya mampu menamatkan riwayat J.P. Coen. Kegagalan pertama akibat salah berhitung, dan kegagalan kedua akibat ketakmampuan menjaga lumbung-lumbung pangan yang dipersiapkan. Kegagalan […]

CONTINUE READING ➞

KASUR TANAH DAN MASALAHNYA

Membaca “Kasur Tanah” sebagai cerpen terbaik Kompas 2017, secara prinsip, saya menemukan dua sisi yang saling berseberangan. Semacam dua kutub yang saling menegasikan.  Secara bentuk, misalnya, cerita ini, meskipun bukan bentuk baru, mampu menjadi sebuah cerita yang padat dengan menampilkan bentuk estetika melalui gaya bahasa dan pola prosodi yang menarik karena berima dan berirama dalam […]

CONTINUE READING ➞

PILIHAN LAKU ESTETIKA DAN PERUBAHAN

Membaca esai kritik berjudul “Fobia Metafora” karya Saut Situmorang, saya menangkap maksud penyair itu yang mengatakan bahwa puisi-puisi yang ditulis oleh Aan Mansyur dan Joko Pinurbo adalah jenis puisi “pop” atau sebut saja sebagai karya tak memiliki nilai, kecuali sebatas pada kebutuhan pasar. Genre yang dianggap tak memberikan asupan nilai kecuali hiburan, seperti kelas sinetron. […]

CONTINUE READING ➞

MELIHAT MASALAH REKOMENDASI BUKU SASTRA

Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mengeluarkan rekomedasi buku sastra yang masuk Kurikulum Merdeka. Tentu saja ini adalah kabar yang baik jika mengingat sastra kita telah lama tidak menjadi bagian dari kehidupan literasi di sekolah. Namun, apakah hasil rekomendasi itu memuaskan? Sepertinya belum. Tapi masalahnya bukan […]

CONTINUE READING ➞

MENYATUKAN FAUST DENGAN ARJUNA

“Haluan yang sempurna ialah menyatukan Faust dengan Arjuna. Memadukan materialisme, intelektualisme, dan individualisme dengan spiritualisme, perasaan, dan koletivisme”. -Sanusi Pane, Persatuan Indonesia, 1935-   Hal pertama yang mesti saya tekankan dalam esai ini adalah pandangan Sanusi Pane yang berbeda dengan Sutan Takdir Alisyabana dalam polemik kebudayaan di tahun 1935. Sutan Takdir Alisyabana, seperti diteruskan dalam […]

CONTINUE READING ➞

POTRET “RUMAH KUDUS”

Cerpen “Rumah Kudus” cerpen pilihan Kompas tahun 2022 adalah sebuah fiksi yang menurut Saut Situmorang setahun lalu (2021), adalah cerpen yang gagal sebagai fiksi. Cerpen ini menurutnya hanya semacam laporan jurnalistik. Dan pilihan Kompas atas cerpen ini menunjukkan sepenuhnya adalah subyektif kurator pun sebagai lembaga. Atas sebab itu sebagian orang menilai bahwa produk sastra Kompas […]

CONTINUE READING ➞
Close My Cart
Close Wishlist
Close

Close
Navigation
Categories